Apa yang Lo Sesalkan Setelah Mati?

"Ketika Mati, ngga ada yang bisa dilakukan terhadap penyesalan, tapi selagi masih hidup, masih bisa diperjuangkan."

~~~ :*: ~~~

    Kenapa kita masih hidup? Apa yang kita ingin dengarkan dari orang lain tentang diri kita setelah mati? Lo ingin dikenang sebagai apa? Disisi lain, kenapa orang yang ingin mengakhiri hidupnya sendiri, berusaha bunuh diri, tapi berhasil diselamatkan dan masih hidup hingga saat ini? Sebaliknya, kenapa orang yang semangat menjalani hidup, sedang merintis sesuatu untuk mencapai tujuannya, tapi harus menerima kematian lebih dulu?

   Setiap hari, selalu lahir kehidupan baru, begitupun kehidupan lama yang berakhir dan meninggalkan kisah di belakang mereka. Jika kita lihat lebih jauh lagi, kita perluas lagi lingkupnya hingga terlihat sebuah planet biru bernama bumi, kehidupan dan kematian terjadi berdampingan dan jumlahnya terus bertambah setiap harinya. 

    Beberapa diantara kita masih hidup saat ini, selama belasan tahun, puluhan tahun, atau pun yang belum menginjak 10 tahun. Uniknya kehidupan adalah, siapa dan umur berapa yang pergi duluan, ngga pasti, menjadikan kematian sebagai undian acak yang pasti diambil oleh manusia.

refleksi dari Kisah para Tokoh

    Setiap hari, selalu saja ada orang yang meninggal, baik karena sudah waktunya, terkena wabah penyakit, akibat kejahatan, keadaan yang memaksa, ataupun oleh keputusan individu itu sendiri. Kita tinggal dalam lingkungan dengan segala kondisi itu. Fakta bahwa sebenarnya kita tetap hidup hingga saat ini, menjalani beragam masalah dunia dengan kondisi tersebut, dan mampu melewatinya, adalah sebuah keajaiban yang jarang disadari.

    Seorang kakek berumur 112 tahun, Bob Weighton, lahir pada tahun 1908, dan masih hidup hingga saat tulisan ini dibuat. Selama hidupnya, dia telah melewati peristiwa masal yang telah merenggut jutaan nyawa. Dimulai pada peristiwa Perang Dunia I (1914 - 1918), Flu Spanyol (1918 - 1920), Zaman Malaise (1929), Perang Dunia II (1939 - 1945), hingga Pandemi Virus Covid 19 yang tengah berlangsung saat ini (2021).

    Adolf Hitler yang memulai perang dunia II, pada masa kecilnya, umur 4 tahun pernah hampir mati tenggelam di sungai ketika sedang bermain bersama dengan anak-anak lainnya. Seorang pendeta bernama Johann Kuehberger (tulisan ini bukan dalam lafal Jerman) berhasil menyelamatkannya. Kisah ini ditulis oleh Anna Elisabeth Rosmus pada bukunya yang berjudul "Out of Passau - Leaving a City Hitler Called Home." Siapa yang nyangka bahwa anak kecil yang pernah diselamatkan itu tumbuh besar dan menjadi seorang yang membawa perang dunia terbesar sepanjang sejarah.

    Kolonel Sanders, seorang pebisnis salah satu makanan terkenal dengan franchise-nya, Kentucky Fried Chicken (KFC), telah dikenal dan tersebar di seluruh dunia. Selama menjalani masa mudanya, bisa dibilang tidak cukup mudah. Sanders telah menjalani beragam macam profesi untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. 

    Namun, semuanya tidak membuahkan hasil yang baik, diiringi dengan berbagai macam penolakan, kegagalan, dan dipecat. Pada usia yang menua, akhirnya dia pensiun dan hanya mendapat uang pensiun yang sedikit, yang jelas tidak dapat mencukupi kebutuhan di masa tuanya. Perasaan frustasi yang muncul membawa dirinya mencapai keputusan untuk bunuh diri. 

    Peristiwa unik yang menggagalkan kembali usahanya untuk bunuh diri, justru memunculkan ide untuk mencoba menjual ayam goreng, yang pada saat itu tidak banyak orang yang menjual karena prosesnya yang panjang dan cukup sulit. Selain itu, Sanders juga dulu dikenal oleh para tetangganya dengan buatan ayam gorengnya yang memang enak. 

  Singkat cerita dengan usaha, penolakan, dan kegagalan yang tetap menyertainya, membawa perjuangannya tersebut menuju keberhasilan dan terciptalah franchise KFC dengan ikon Colonel Sanders sendiri yang menandakan bahwa ia menemukan KFC ketika rambut dan janggutnya yang sudah memutih, yaitu pada usia 65 tahun.

Undian Kematian

    Apa yang mau gw bahas dari ketiga tokoh itu? Mereka memiliki sentuhan yang berbeda-beda terhadap kehidupan dan kematian. Seorang kakek bernama Bob yang berhasil melalui semua peristiwa besar tersebut, menembus umur 1 abad dan tetap hidup, menjadikannya manusia tertua. 

   Adolf Hitler yang hampir mati, berhasil diselamatkan dan setelah dewasa, menjadi penyebab utama perang dunia yang menewaskan puluhan juta orang dan berpengaruh besar terhadap peradaban saat ini. 

   Kolonel Sanders, memutuskan untuk bunuh diri, namun gagal dan malah mendapatkan ide setelah melewati peristiwa hampir mati dan membawanya kepada keberhasilan di usia yang tua dan memberikan peninggalan besar yang dapat dirasakan hingga saat ini.

    Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan terjadi kepada kita atau orang sekitar kita. Patokan-patokan umum mengenai kematian tidak berlaku dengan undian kematian ini. Terkadang kita melihat keadaan sekitar, seseorang yang ingin bunuh diri, ingin mati, berhasil diselamatkan dan tetap menjalani kehidupan. 

    Sementara ada orang lain yang bersemangat menjalani hidup, tidur pada malam hari, bangun keesokan pagi untuk berangkat kerja, namun mengalami kecelakaan yang menewaskan dirinya. 

    Seseorang yang ingin mati tetap hidup, namun yang ingin hidup malah sebaliknya. Inilah undian kematian, kita tidak akan pernah tahu pasti apa yang akan terjadi, hanya sebatas prediksi, kapan kematian akan datang, tidak peduli apakah saat itu kita ingin mati atau tidak.

Uraian Benang Panjang

    Mungkin banyak diantara kita yang masih tidak tahu atau bingung tentang hidup kita. Apa tujuan sebenarnya? Apa yang harus kita capai? Kenapa masih hidup? Memang seperti itulah, salah satu alasan kematian adalah misteri dan kehidupan tidak dapat dipastikan. 

   Terlepas dari peristiwa apapun, tujuan kita hidup, atau cita-cita yang diinginkan, kita harus memaknai sebuah fakta bahwa kehidupan kita adalah bagian dari dunia yang besar, bukan individu berdiri sendiri, dan itu semua saling terhubung dengan orang lain, seperti sebuah roda gir kecil dalam mesin yang sangat besar. Hilang satu komponen, maka keseluruhan rangkaian proses akan ikut terpengaruh. Bagaimana bisa hidup kita terhubung dengan orang lain seperti roda gir tersebut? 

    Bayangkan apa yang terjadi jika saat itu Hitler tidak diselamatkan ketika berumur 4 tahun. Tentu hal tersebut akan mengubah aliran sejarah secara besar-besaran dan mengubah tatanan hidup. Mungkin tidak akan ada Korea Utara dan Korea Selatan, hanya Korea. Mungkin tidak akan ada teknologi satelit yang diluncurkan ke bulan pada abad 20. Mungkin Indonesia tidak akan merdeka pada tahun 1945.

    Apapun yang kita lakukan di dunia ini, akan berkontribusi besar pada uraian benang panjang secara luas dan keseluruhan. Perubahan sedikit saja akan mengubah haluan apa yang akan terjadi besok dan perubahan besar-besaran seiring bertambahnya waktu. Seperti sudut busur panah yang akan kita tembakkan, sedikit bergeser 3 derajat akan memengaruhi target yang dikenai. 

    Seorang anak kecil yang memutuskan untuk membantu seorang nenek tua mendorong gerobak, akan mempengaruhi keseluruhan rangkaian cerita si nenek pada hari itu. Bahkan hal sederhana seperti mengucapkan terimakasih kepada seorang pelayan restoran, akan berpengaruh pada semangat kerja dan pelanggan yang akan dilayaninya hari itu. Maka, benarlah perkataan bahwa berpikirlah sebelum bertindak, karena itu akan mempengaruhi uraian peristiwa apa yang akan dihasilkan.

    Seorang remaja yang memutuskan untuk menikah, lalu berkeluarga dan memiliki anak, memiliki motivasi untuk terus berjuang demi menggapai cita-cita dan membahagiakan keluarganya. Mereka melahirkan seorang anak, yang kelak menjadi pembawa perubahan besar, ilmuwan yang menemukan suatu penemuan yang mengubah hidup dan membantu orang-orang dengan penemuannya. Apa yang terjadi jika remaja tersebut memutuskan untuk tidak menikah? 

    Disadari atau tidak, kita merupakan bagian besar dari ekosistem tersebut. Itulah besarnya dampak yang diberikan dengan aksi dan tindakan yang kita lakukan selama hidup. Kita mungkin pernah bertanya, mengapa kita hidup? Apa tujuan kita untuk hidup? Namun apa yang gw yakini, selama kita masih hidup, ada suatu tujuan yang belum kita capai atau makna lain di balik kehidupan yang masih kita jalani dan kita bisa bersama-sama menjalani proses pencarian tujuan hidup itu.

Kita Sebagai Pilot Kehidupan

    Kehidupan dan Kematian, dua hal tersebut termasuk misteri dari Sang Pencipta, dan setiap orang memiliki tafsirannya masing-masing atau ada juga yang hanya menjalani dan bodo amat. Apapun itu, hingga saat ini masih hidup, artinya kita masih memiliki kesempatan untuk berbuat sesuatu. Apakah positif atau negatif, individu itu sendiri yang akan menanggung konsekuensi terbesarnya.

    Seorang anak kecil yang bercita-cita menjadi astronot, belum tentu besar nanti dia akan benar-benar menjadi astronot. Cita-cita apa yang akan dikejarnya belum tentu cita-cita awal yang ia idamkan di awal. Pada akhirnya, yang menentukan akan jadi apa hidupnya ada pada kendalinya sendiri dan dialah yang memutuskan kisah apa yang akan dia bentuk, tidak peduli orang lain mau mempersulit atau membantunya.

    Pada akhirnya, kita pasti akan mati dan kita tidak tahu kapan mendapat giliran itu. Jadi, apa gunanya meraba-raba kapan hal itu akan datang? Untuk apa kita berfokus pada hal-hal yang belum kita ketahui pasti? Lebih baik jika kita fokus pada sesuatu yang sudah jelas, yaitu kehidupan kita saat ini. Apa yang mau kita perbuat, apa makna kehidupan kita bagi diri sendiri dan orang lain, dan apa yang akan terjadi terhadap diri kita di sepuluh tahun mendatang, atau bahkan di esok hari? 

   Sadarilah bahwa kita yang memegang penuh atas tindakan-tindakan yang ingin kita lakukan, bukan perkataan dan cemoohan orang lain. Peduli persetan dengan omongan orang lain yang belum tentu lebih baik dari kita dan mengerti kondisi kita. 

    Apapun tindakan itu, akan menjadi jejak sejarah kita, menambah koleksi cerita hidup yang bisa kita sampaikan ke orang lain, ntah dengan perasaan bangga atau menyesal, dan pastinya akan mempengaruhi seperti apa kita nanti. Apakah menjadi lebih baik, atau menyadari akan menjadi buruk tapi tetap meneruskannya? Kita sendiri yang atur. Tidak pernah terlambat untuk memulai sesuatu, dan Colonel Sanders telah membuktikannya.

   Pada akhirnya, masa depan kita sebagian besar akan berserah pada keputusan dan kendali kita sendiri, mau kita apakan hidup ini, apa yang mau kita perbuat dan uraian kisah apa yang akan kita torehkan dalam keseluruhan sistem ini. Pastikan ketika waktunya tiba, kita bisa meninggalkan raga kita, dunia kita, orang-orang sekitar kita tanpa penyesalan dan kisah yang dapat dikenang secara baik. Memang yang berlalu biarlah berlalu, tapi apa yang belum terjadi, itulah hal yang bisa kita kerjakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

101 Bersahabat dengan Masalah

Belajar Seumur Hidup

Dimana Benderaku Saat Ini?